Rabu, 12 Februari 2014

cerpen: AYAHKU MOLEKUL TETRAHEDRON


          Ketika itu sunset di ufuk barat memantulkan cahayanya membuat senja menjadi lebih merah yang menyilaukan. Aku yang daritadi menikmati panorama ini sampai lupa waktu. Ini tempat dan suasana yang aku suka dikala pikiran terasa rumit. Sore itu aku tidak sendiri, aku ditemani Lista saudara sepupuku sekaligus sahabatku. Tempat ini juga adalah tempat Lista bercerita tentang kehidupannya. Kehidupan yang aku rasa begitu berat jika semua itu menimpaku. Jika aku ditempat ini dan mengeluarkan keluh kesahku aku akan merasa tenang, seperti sore ini usai aku bercerita kepada Lista aku pulang dengan rasa tenang. 
Ya izinkan aku untuk menceritakan dia, orang yang sangat luarbiasa bagiku. Aku kenal sosok Lista adalah satu dari bermilyaran manusia yang punya ketegaran luarbiasa. Dia tahu siapa ayahnya tapi ingatan tentang ayahnya gelap, dia tidak pernah bertemu bahkan mendapatkan kasih sayang dari ayah sesungguhnya. Sudah meninggal kah ayahnya? Tidak, ayahnya masih ada. Hanya saja 16 tahun yang lalu ketika dia berumur 1 tahun, kejadian yang tidak diharapkan hadir dalam keluarganya. Keluarga bibiku, adik ibuku. 16 tahun silam  keluarga kecil Lista mendapatkan problema besar, ibu dan ayahnya bercerai. Sejak saat itu ayah Lista pergi meninggalakan dia yang masih balita, yang masih sangat butuh kasih sayang dari sang ayah.
Sampai pada suatu ketika ibunya Lista menikah lagi dengan seorang pria pekerja tambang emas. Ketika itu umur Lista masih 2 tahun. Suatu keberuntungan karena diumur dia yang masih anak-anak ini dapat kembali mendapatkan seorang ayah meskipun hanya seorang ayah tiri. Mau tidak mau Lista memiliki saudara tiri, dan saudara tirinya itu hanya beda satu tahun dengan Lista.
Sejak hadir ayah baru dalam kehidupan Lista, banyak sekali yang berubah, nama panjang Lista adalah Lista Diana Putri Aroso dihapus menjadi Lista Diana saja karena Putri Aroso adalah nama pemberian ayah kandungnya. Akta kelahiran Lista tercatat dia dilahirkan dari seorang pria bernama Ardi, ayah tirinya, bukan July ayah kandungnya. Itu semua ibunya lakukan demi melupakan segala hal tentang mas July. Bagaimana tidak, Lista tidak mengenali pria bernama July, karena memang dalam kartu keluarga dan akta kelahiran tercatat bahwa ayahnya itu Ardi bukan July.
Mas July itulah panggilan akrab keluargaku. Dia adalah ayah kandung Lista yang meninggalkannya. Dia berasal dari Kediri-Jawa tengah. Namun semenjak dia pergi meningalkan entah pergi kemana, mereka tidak tahu. Sejak saat itu Lista sudah diajarkan bagaimana keadilan itu perlu diperjuangkan ditengah kehidupan keluarga tiri.
Ardi ayah tiri Lista memang sangat baik dan menyayangi Lista seperti menyayangi anak kandungnya. Bahkan suatu ketika, anak Ardi yang bernama Anni justru dia titipkan kepada ibunya dan memilih hidup bertiga, bibiku, Lista dan ayah tirinya. Sampai lahirlah Teguh adik Lista yang bebeda ayah. Namun karena Lista yang sedari kecilnya dikenalkan bahwa ayahnya adalah Ardi, sampai SD kelas 2 dia tetap tidak mengenali sosok pria yang bernama July. Ya, memang keluarga Lista tidak memperkenalkan lebih jauh dan mas July nya pun sama sekali tidak pernah menemui Lista sekalipun.
Sudah menjadi taqdir, Lista dilahirkan menjadi anak yang pintar. Dia memiliki bakat menyanyi yang luar biasa dan memang itu adalah keturunan dari sang ayah kandungnya mas July. Lista yang membanggakan ini suatu hari berkata, “bu, sebenarnya mas July July itu memangnya ayahku? Lalu ayah Ardi itu siapa?” pertanyaan polos yang dia lontarkan umur 4 tahun. Ibunya seketika kaget dan berkaca-kaca. “nak, ayah kandungmu itu memang ayah July, tapi sekarang ayahmu itu sudah tidak mau menemui kita lagi, dan sekarang kamu sudah punya ayah yang baik dan sayang sama kita, ayah Ardi”. Ibu Lista Maryati memeluk Lista dan entahlah jawaban itu pantas atau tidak dia berikan kepada Lista yang saat itu masih sangat kanak-kanak.
Seiring bergulirnya waktu, mas July mendapatkan nomor kontak pamanku yang kerja dikota. Dia sudah tahu akan keluarga bibi Maryati dan Lista yang baru. Isak haru dalam telepon yang dia hubungi kepada pamanku, dia ingin sekali bertemu dengan Lista yang sekarang sudah menjadi gadis kecil berumur 12 tahun. 11 tahun lamanya mas July tidak menemui Lista. Namun Lista yang kini semakin mengerti justru sama sekali tidak mau bertemu dengan ayah kandungnya. Sudah berkali-kali keluargaku membujuk Lista untuk menemui ayah kandungnya yang ternyata tidak pulang ke Kediri melainkan kerja di ibukota. Lista tetap tidak mau. Rahasia dibalik 13 tahun silam itu ternyata mas July malu untuk menemui Lista karena dia hanya seorang tukang las yang kini matanya cacat akibat terkena las.
Suatu ketika mas July kembali menghubungi pamanku dan menanyakan kabar Lista. Dan kebetulan Lista saat itu sudah masuk SMP dan tinggal di sebuah pesantren. Betapa sangat sedihnya mas July saat mendengar anak kandungnya yang terakhir dia lihat berumur 1 tahun kini sudah menjadi gadis yang membanggakan akan prestasi-prestasi. Rasa sedih yang menimpa mas July itu sangat mendalam. Kehidupan mas July ditengah ibukota tidak sebaik yang dipikirkan, dia terjerat dalam kehidupan yang serba susah dan tidak memungkinkan mengirimkan sepeser uang kepada Lista walaupun itu sangat dia cita-citakan.
Taqdir dan rencana Allah memang selalu ada, ditengah kebahagiaan Lista menjadi seorang anak SMA dan menjadi kalangan ABG, kesedihan yang sangat tidak diduga-duga menimpa dia dan seluruh keluarga. Bibi Maryati terkena kanker otak dan meninggal dunia sejak 14 hari selesai operasi. Well, ini memang sangat berat diterima dan merupakan hal yang membuat bertanya-tanya mimpikah? Seluruh keluarga berpikiran seperti itu karena memang sejak selesai operasi, bibi Maryati terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda bahwa ternyata kanker otaknya yang sudah diangkat itu membawa kematian.
Lagi-lagi mas July lebih histeris ketika mendengar berita ini, tapi hal yang tidak memungkinkan bagi mas July jika harus menemui Lista ke kampung dengan jarak ibukota ke kampung butuh biaya yang tidak sedikit, dengan keadaan indera penglihatannya cacat dan ongkos yang tidak murah.
Seorang Lista yang hidup tanpa ayah kandung sejak kecil, kini lengkaplah sudah, ibu tercinta meninggalkan dia selama-lamanya. Ketika semua orang sibuk dengan kesenangan bersama keluarga, Lista bertahan dalam kubu yang menyeramkan. Menyeramkan karena hati dan pikiran Lista tidak lagi bersahabat seperti dulu sebelum ibunya meninggal dunia. Ayah tirinya Ardi yang mengurus Lista sejak kecil, sejak ditinggal bibi Maryati dia menikah lagi dengan wanita janda. Ketidaknyamanan Lista sangat dimaklumi keluarga besar kami. Karena tidak hanya itu, harta peninggalan ibu Lista dipegang penuh oleh Ardi dan istri barunya.
Lista yang sudah tidak diragukan lagi kedewasaannya kini semakin faham dengan taqdir hidup yang dia terima. Hidup dengan memperjuangkan keadilan tanpa ayah tanpa ibu. Ayah yang hanya seperti molekul tetrahedron, tahu bahwa molekul tetrahedron itu ada tapi dia tidak pernah tahu wujud asli molekul tetrahedron sebenarnya. Ya seperti itulah ayah Lista.
“aku rindu ayah”. Itu kata-kata yang menyayat hatiku saat dia berkata dipundakku ditengah silaunya sunset suatu sore. “aku akan menemui ayah.” Kata-kata Lista yang dia lontarkan begitu meyakinkan. Esoknya kami menghubungi pamanku yang ada di Kota. Tapi sayang sudah 1 tahun sejak kabar meninggalnya bibi Maryati, mas July tidak pernah lagi menghubungi paman dan memberi kabar dimana dia sekarang. Keinginan Lista untuk menemui ayah kandungnya yang keluarga harapakan dari dulu kini hanya berharap semoga taqdir baik kembali datang dan Lista bisa bertemu ayah kandungnya.
‘Kamu tidak sendiri sayang Lista. Masih banyak orang yang sayang padamu. Aku berjanji jika ada kesempatan aku akan menemanimu mencari ayah kandungmu.’ Bathinku dalam hati.
Dalam secarik kertas Lista menulis:
Ayah, kau itu bulan... aku tau bulan tapi sangat jauh untuku meraihnya... Ayah, kau itu molekul tetrahedron... aku tahu itu, aku paham tentang itu tapi aku tidak pernah tahu wujud aslinya.. begitulah kau ayah!! Aku tahu kau ada, tapi aku tidak mampu raihmu, aku tidak tahu wujudmu.. “aku rindu padamu ayah”...

Baitan kata-kata itu Lista lempar dan ikut hanyut dalam gulungan ombak.