Ketika
itu sunset di ufuk barat memantulkan cahayanya membuat senja menjadi lebih
merah yang menyilaukan. Aku yang daritadi menikmati panorama ini sampai lupa
waktu. Ini tempat dan suasana yang aku suka dikala pikiran terasa rumit. Sore
itu aku tidak sendiri, aku ditemani Lista saudara sepupuku sekaligus sahabatku.
Tempat ini juga adalah tempat Lista bercerita tentang kehidupannya. Kehidupan
yang aku rasa begitu berat jika semua itu menimpaku. Jika aku ditempat ini dan
mengeluarkan keluh kesahku aku akan merasa tenang, seperti sore ini usai aku
bercerita kepada Lista aku pulang dengan rasa tenang.
Ya
izinkan aku untuk menceritakan dia, orang yang sangat luarbiasa bagiku. Aku
kenal sosok Lista adalah satu dari bermilyaran manusia yang punya ketegaran
luarbiasa. Dia tahu siapa ayahnya tapi ingatan tentang ayahnya gelap, dia tidak
pernah bertemu bahkan mendapatkan kasih sayang dari ayah sesungguhnya. Sudah
meninggal kah ayahnya? Tidak, ayahnya masih ada. Hanya saja 16 tahun yang lalu
ketika dia berumur 1 tahun, kejadian yang tidak diharapkan hadir dalam
keluarganya. Keluarga bibiku, adik ibuku. 16 tahun silam keluarga kecil Lista mendapatkan problema
besar, ibu dan ayahnya bercerai. Sejak saat itu ayah Lista pergi meninggalakan
dia yang masih balita, yang masih sangat butuh kasih sayang dari sang ayah.
Sampai
pada suatu ketika ibunya Lista menikah lagi dengan seorang pria pekerja tambang
emas. Ketika itu umur Lista masih 2 tahun. Suatu keberuntungan karena diumur
dia yang masih anak-anak ini dapat kembali mendapatkan seorang ayah meskipun
hanya seorang ayah tiri. Mau tidak mau Lista memiliki saudara tiri, dan saudara
tirinya itu hanya beda satu tahun dengan Lista.
Sejak
hadir ayah baru dalam kehidupan Lista, banyak sekali yang berubah, nama panjang
Lista adalah Lista Diana Putri Aroso dihapus menjadi Lista Diana saja karena
Putri Aroso adalah nama pemberian ayah kandungnya. Akta kelahiran Lista
tercatat dia dilahirkan dari seorang pria bernama Ardi, ayah tirinya, bukan
July ayah kandungnya. Itu semua ibunya lakukan demi melupakan segala hal
tentang mas July. Bagaimana tidak, Lista tidak mengenali pria bernama July,
karena memang dalam kartu keluarga dan akta kelahiran tercatat bahwa ayahnya
itu Ardi bukan July.
Mas July
itulah panggilan akrab keluargaku. Dia adalah ayah kandung Lista yang meninggalkannya.
Dia berasal dari Kediri-Jawa tengah. Namun semenjak dia pergi meningalkan entah
pergi kemana, mereka tidak tahu. Sejak saat itu Lista sudah diajarkan bagaimana
keadilan itu perlu diperjuangkan ditengah kehidupan keluarga tiri.
Ardi
ayah tiri Lista memang sangat baik dan menyayangi Lista seperti menyayangi anak
kandungnya. Bahkan suatu ketika, anak Ardi yang bernama Anni justru dia
titipkan kepada ibunya dan memilih hidup bertiga, bibiku, Lista dan ayah
tirinya. Sampai lahirlah Teguh adik Lista yang bebeda ayah. Namun karena Lista
yang sedari kecilnya dikenalkan bahwa ayahnya adalah Ardi, sampai SD kelas 2
dia tetap tidak mengenali sosok pria yang bernama July. Ya, memang keluarga
Lista tidak memperkenalkan lebih jauh dan mas July nya pun sama sekali tidak
pernah menemui Lista sekalipun.
Sudah
menjadi taqdir, Lista dilahirkan menjadi anak yang pintar. Dia memiliki bakat
menyanyi yang luar biasa dan memang itu adalah keturunan dari sang ayah
kandungnya mas July. Lista yang membanggakan ini suatu hari berkata, “bu,
sebenarnya mas July July itu memangnya ayahku? Lalu ayah Ardi itu siapa?”
pertanyaan polos yang dia lontarkan umur 4 tahun. Ibunya seketika kaget dan
berkaca-kaca. “nak, ayah kandungmu itu memang ayah July, tapi sekarang ayahmu
itu sudah tidak mau menemui kita lagi, dan sekarang kamu sudah punya ayah yang baik
dan sayang sama kita, ayah Ardi”. Ibu Lista Maryati memeluk Lista dan entahlah
jawaban itu pantas atau tidak dia berikan kepada Lista yang saat itu masih
sangat kanak-kanak.
Seiring
bergulirnya waktu, mas July mendapatkan nomor kontak pamanku yang kerja dikota.
Dia sudah tahu akan keluarga bibi Maryati dan Lista yang baru. Isak haru dalam
telepon yang dia hubungi kepada pamanku, dia ingin sekali bertemu dengan Lista
yang sekarang sudah menjadi gadis kecil berumur 12 tahun. 11 tahun lamanya mas
July tidak menemui Lista. Namun Lista yang kini semakin mengerti justru sama
sekali tidak mau bertemu dengan ayah kandungnya. Sudah berkali-kali keluargaku
membujuk Lista untuk menemui ayah kandungnya yang ternyata tidak pulang ke
Kediri melainkan kerja di ibukota. Lista tetap tidak mau. Rahasia dibalik 13
tahun silam itu ternyata mas July malu untuk menemui Lista karena dia hanya
seorang tukang las yang kini matanya cacat akibat terkena las.
Suatu
ketika mas July kembali menghubungi pamanku dan menanyakan kabar Lista. Dan
kebetulan Lista saat itu sudah masuk SMP dan tinggal di sebuah pesantren.
Betapa sangat sedihnya mas July saat mendengar anak kandungnya yang terakhir
dia lihat berumur 1 tahun kini sudah menjadi gadis yang membanggakan akan
prestasi-prestasi. Rasa sedih yang menimpa mas July itu sangat mendalam.
Kehidupan mas July ditengah ibukota tidak sebaik yang dipikirkan, dia terjerat
dalam kehidupan yang serba susah dan tidak memungkinkan mengirimkan sepeser
uang kepada Lista walaupun itu sangat dia cita-citakan.
Taqdir
dan rencana Allah memang selalu ada, ditengah kebahagiaan Lista menjadi seorang
anak SMA dan menjadi kalangan ABG, kesedihan yang sangat tidak diduga-duga
menimpa dia dan seluruh keluarga. Bibi Maryati terkena kanker otak dan
meninggal dunia sejak 14 hari selesai operasi. Well, ini memang sangat berat
diterima dan merupakan hal yang membuat bertanya-tanya mimpikah? Seluruh
keluarga berpikiran seperti itu karena memang sejak selesai operasi, bibi
Maryati terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda bahwa ternyata kanker otaknya
yang sudah diangkat itu membawa kematian.
Lagi-lagi
mas July lebih histeris ketika mendengar berita ini, tapi hal yang tidak
memungkinkan bagi mas July jika harus menemui Lista ke kampung dengan jarak
ibukota ke kampung butuh biaya yang tidak sedikit, dengan keadaan indera
penglihatannya cacat dan ongkos yang tidak murah.
Seorang
Lista yang hidup tanpa ayah kandung sejak kecil, kini lengkaplah sudah, ibu
tercinta meninggalkan dia selama-lamanya. Ketika semua orang sibuk dengan kesenangan
bersama keluarga, Lista bertahan dalam kubu yang menyeramkan. Menyeramkan
karena hati dan pikiran Lista tidak lagi bersahabat seperti dulu sebelum ibunya
meninggal dunia. Ayah tirinya Ardi yang mengurus Lista sejak kecil, sejak
ditinggal bibi Maryati dia menikah lagi dengan wanita janda. Ketidaknyamanan
Lista sangat dimaklumi keluarga besar kami. Karena tidak hanya itu, harta
peninggalan ibu Lista dipegang penuh oleh Ardi dan istri barunya.
Lista
yang sudah tidak diragukan lagi kedewasaannya kini semakin faham dengan taqdir
hidup yang dia terima. Hidup dengan memperjuangkan keadilan tanpa ayah tanpa
ibu. Ayah yang hanya seperti molekul tetrahedron, tahu bahwa molekul
tetrahedron itu ada tapi dia tidak pernah tahu wujud asli molekul tetrahedron
sebenarnya. Ya seperti itulah ayah Lista.
“aku
rindu ayah”. Itu kata-kata yang menyayat hatiku saat dia berkata dipundakku
ditengah silaunya sunset suatu sore. “aku akan menemui ayah.” Kata-kata Lista
yang dia lontarkan begitu meyakinkan. Esoknya kami menghubungi pamanku yang ada
di Kota. Tapi sayang sudah 1 tahun sejak kabar meninggalnya bibi Maryati, mas
July tidak pernah lagi menghubungi paman dan memberi kabar dimana dia sekarang.
Keinginan Lista untuk menemui ayah kandungnya yang keluarga harapakan dari dulu
kini hanya berharap semoga taqdir baik kembali datang dan Lista bisa bertemu
ayah kandungnya.
‘Kamu
tidak sendiri sayang Lista. Masih banyak orang yang sayang padamu. Aku berjanji
jika ada kesempatan aku akan menemanimu mencari ayah kandungmu.’ Bathinku dalam
hati.
Dalam
secarik kertas Lista menulis:
Ayah,
kau itu bulan... aku tau bulan tapi sangat jauh untuku meraihnya... Ayah, kau
itu molekul tetrahedron... aku tahu itu, aku paham tentang itu tapi aku tidak
pernah tahu wujud aslinya.. begitulah kau ayah!! Aku tahu kau ada, tapi aku
tidak mampu raihmu, aku tidak tahu wujudmu.. “aku rindu padamu ayah”...
Baitan
kata-kata itu Lista lempar dan ikut hanyut dalam gulungan ombak.